Diagnosa Cooling System - Deteksi Kebocoran Cooling System - www.Jeep.co.id

classic Classic list List threaded Threaded
1 message Options
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Diagnosa Cooling System - Deteksi Kebocoran Cooling System - www.Jeep.co.id

singachu
Administrator
This post was updated on .
sumber : http://jip.otomotifnet.com/read/2012/07/04/332450/139/24/Diagnosa-Cooling-System-Deteksi-Kebocoran-Cooling-System



JIP - Seringkali kita dibuat panik kala jarum penunjuk temperatur mulai bersandar pada huruf H alias Hot. Selain itu, debit air pada reservoir berkurang. Maka dapat dipastikan telah terjadi kebocoran pada sistem pendingin di kendaraan anda.

    Jika seluruh saluran telah diperiksa, namun tidak ditemukan kebocoran, maka kemungkinan bocornya tidak kentara lantaran posisi tersembunyi, atau lubangnya terlalu halus. “Sebenarnya ada alat khusus yang digunakan untuk mencari biang kebocoran tersebut. Sayang perangkat itu sulit dijumpai di pasar Indonesia, dan harganya tidak murah,” tutur Sony Soeryadi, seorang penggemar otomotif yang juga engineer perminyakan.

    “Jangan khawatir dengan kelangkaan peranti deteksi kebocoran ini. Kita sebenarnya bisa membuat sendiri peranti tersebut bahkan dengan harga yang cukup terjangkau,” sambung pria bertubuh subur ini. “Bahan bakunya bisa dengan mudah kita jumpai di sekitar kita,”sambungnya bersemangat.

    Seperti apa wujud alat tersebut serta bagaimana cara penggunaannya? Yuk kita simak.

Bahan alat
1.    Pressure gauge
2.    Tutup radiator yang tidak terpakai
3.    Pentil ban tubeless
4.    Slang
5.    O ring atau ring karet
6.    Bor dan mata bor 12 mm
7.    Obeng
8.    Tang

Pembuatan alat dan aplikasinya
1.    Sediakan tutup radiator yang tidak terpakai. Pastikan ukurannya sesuai dengan tutup radiator pada kendaraan yang akan dites kebocorannya.
2.    Buang bagian tengahnya.
3.    Bor tutup radiator dengan mata bor 12 mm.
4.    Pasang dop pentil ban tubeless pada tutup radiator yang telah dibor tersebut.
5.    Pastikan bahwa tutup tersebut kedap terhadap tekanan. Oleh karena itu sertakan O ring atau ring karet dalam pemasangan dop pentil, supaya tutup tersebut benar-benar kedap.
6.    Rakitlah peranti tambahan berupa slang dan gauge presure.
7.    Buka saluran radiator menuju reservoir dan pasangkan perangkat gauge dan slang yang sudah dirakit.
8.    Pastikan bahwa air dalam radiator tersebut dalam kondisi terisi penuh.
9.    Pasang tutup radiator bekas yang sudah dimodifikasi tersebut.
10.    Pasang pompa pada pentil dop dan mulailah memompa perlahan.
11.    Tahan pada 10-15 psi sebagai tekanan yang ideal. Jika terdapat kebocoran, maka air akan tersembur dari lokasinya. Dengan demikian biang kerok kebocoran dapat segera diketahui.































regards,
singachu | AIC303
Loading...